BPS: Nilai Tukar Petani Desember 2020 Naik 0,37 Persen

Peristiwa
Astri Sofyanti
04 Jan 2021   14:00 WIB

Komentar
BPS: Nilai Tukar Petani Desember 2020 Naik 0,37 Persen

Ilustrasi - Petani. (Foto : Unsplash/Tuan Anh Tran)

Trubus.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Desember 2020 sebesar 103,25, atau naik 0,37 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP ini dikarenakan Indeks Harga yang diterima Petani (It) naik sebesar 0,82 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang dibayar Petani sebesai 0,44 persen.

“Secara nasional, NTP Januari–Desember 2020 sebesar 101,65 dengan nilai It sebesar 107,46 sedangkan Ib sebesar 105,72,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan jasa BPS, Setianto dalam konferensi virtual yang disiarkan oleh YouTube BPS Statistik, Senin (4/1/21).

Sebagai informasi, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Diakui Setianto, pada Desember 2020, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (2,37 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Aceh mengalami penurunan terbesar (1,12 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

“Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 1,16 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 0,76 persen,” ujarnya.

Diakuinya, dari 1.469 transaksi penjualan gabah di 25 provinsi selama Desember 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 59,22 persen; gabah kering giling (GKG) 25,39 persen; dan gabah luar kualitas 15,39 persen.

Selama Desember 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.776 per kilogram (kg) atau naik 1,16 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.875 per kg atau naik 1,24 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.357 per kg atau naik 0,85 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.476 per kg atau naik 0,65 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.439 per kg atau turun 0,33 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.522 per kg atau turun 0,94 persen.

Dibandingkan Desember 2019, rata-rata harga gabah pada Desember 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 8,40 persen; 7,23 persen; dan 4,18 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Desember 2020 dibandingkan dengan Desember 2019 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 8,25 persen; 6,98 persen; dan 4,22 persen.

“Pada Desember 2020, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.788 per kg, naik sebesar 0,76 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.383 per kg atau turun sebesar 0,02 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.056 per kg atau turun sebesar 0,43 persen,” tutupnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: