Sampah Jenis Baru Berpotensi Cemari Teluk Jakarta

Peristiwa
Astri Sofyanti
30 Des 2020   09:00 WIB

Komentar
Sampah Jenis Baru Berpotensi Cemari Teluk Jakarta

Ilustrasi - Pencemaran sampah di laut. (Foto : pixabay.com)

Trubus.id -- Guru Besar IPB University dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Prof Dr Etty Riani menjelaskan kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan masuknya sampah jenis baru ke dalam sungai.

Prof Etty beserta tim peneliti gabungan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diwakili oleh Muhammad Reza Cordova, Intan Suci Nurhati dan Marindah Yulia Iswari beserta Nurhasanah dari Universitas Terbuka, melakukan riset tentang kondisi sampah di beberapa titik aliran sungai yang mengalir ke teluk Jakarta selama pandemi.

Dalam hipotesisnya ia menyampaikan bahwa terjadi penurunan jumlah sampah domestik, tapi ada peningkatan sampah medis di lingkungan karena tingginya penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan face shield.

“Kondisi sebelum pandemi, terlihat jumlah sampah cukup tinggi dan dominan dari plastik. Hal yang sama secara komposisi ditemukan juga pada saat pandemi. Namun terdapat sampah jenis baru di sungai yang akan terbawa ke Teluk Jakarta, yakni sampah medis. Estimasi kami, terjadi peningkatan atau ‘kebocoran’ sampah medis dari yang sebelumnya tidak ditemukan, menjadi 15-16 persen,” kata Etty melalui keterangan tertulisnya.

Menurutnya, kebocoran sampah medis ini terjadi karena konsumsi alat pelindung diri sekali pakai yang tinggi pada masyarakat. Di sisi lain, meskipun telah ada aturan dalam penanganan sampah medis, tetap saja ada oknum yang melakukan pelanggaran dengan membuang sampah alat pelindung diri sembarangan ke lingkungan dan akhirnya masuk ke badan air.

Penelitian tersebut dilakukan sejak Maret hingga April 2020 di dua muara sungai yang mengalir ke Teluk Jakarta yaitu Sungai Clincing dan Sungai Marunda. Tim ini mengoleksi sampah menggunakan jaring sepanjang 75 meter lalu dilakukan pengelompokan jenis sampah. Hasil riset ini telah diterbitkan pada Jurnal Internasional Chemospher-Elsevier.

Berdasarkan temuan ini bobot sampah mengalami peningkatan. Jika ditinjau secara kelimpahan, jumlah sampah juga meningkat karena adanya jenis sampah baru yakni sampah medis. Sampah didominasi oleh sampah plastik dan juga styrofoam.

“Dominasi sampah plastik sebesar 46 persen secara kelimpahan atau jumlah dan setara dengan 57 persen berat sampah,” tuturnya.

Prof Etty menyampaikan bahwa dampak awal masuknya limbah medis ini akan meningkatkan beban pencemaran dari sisi sampah, namun tidak menutup kemungkinan sampah tersebut membawa mikroorganisme patogen, melepas bahan aditif dan menjadi tempat "penempelan" bahan berbahaya dan beracun yang sudah ada di ekosistem perairan.

“Di sisi lain, kemungkinan mikroplastik akan lebih banyak dihasilkan dari sampah medis yang masuk ke lingkungan tersebut,” pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: