Batasi Pengunjung Komodo, Pemerintah Beri Ruang Eksklusif Tiket Premium

Peristiwa
Binsar Marulitua
01 Okt 2019   12:30 WIB

Komentar
Batasi Pengunjung Komodo, Pemerintah Beri Ruang Eksklusif Tiket Premium

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan saat memimpin rapat (Foto : Kemenko Maritim)

Trubus.id -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan memastikan bahwa Pulau Komodo  sebagai Cagar Biosfer dan  World Nature Heritage tidak akan ditutup, melainkan dilakukan penataan bersama. Penataan tersebut antara lain diberlakukan pembatasan jumlah wisatawan di Pulau Komodo, NTT.

“Jadi Pulau Komodo ini tidak ditutup, kita lakukan penataan bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pihak terkait, dibuat aturan adanya pembatasan jumlah wisatawan ke Pulau Komodo dengan diadakanannya tiket kapasitas kunjungan/ wisatawan,” kata Menko Luhut dalam rakor Pengelolaan Taman Nasional Komodo bersama dengan Menteri LHK, Menteri Pariwisata, Gubernur NTT, di Kantor Maritim, Senin (30-09-2019) kemarin. 

Baca Lainnya : Sudah 62 Lahan Konsesi Perusahaan Disegel KLHK, Titik Panas Menurun

Adapun pengaturan tiket tersebut, Menko Luhut memaparkan, dilakukan dengan sistem kartu membership tahunan yang bersifat premium. Untuk membership premium akan diarahkan ke Pulau Komodo langsung di mana komodo-komodo besar ada di sana. Sedangkan yang tidak memiliki kartu premium akan diarahkan ke lokasi lain yang ada hewan Komodo juga.

“Nanti mereka (non-premium) akan diarahkan ke komodo yang kecil seperti di Pulau Rinca. Jadi mereka hanya bisa di sana, tidak bisa ke mana-mana lagi,” kata Menko Luhut.

Mengenai pengelolaan Pulau Komodo ini, Deputi Bidang Infrastruktur Ridwan Djamaluddin yang juga mengikuti rapat menambahkan bahwa nantinya juga akan dibangun Pusat Riset Komodo di Pulau Komodo serta penataan kapal  cruise ke Pulau Komodo dan Labuan Bajo (mengenai rute, _logistic_ dan penanganan sampah).

Baca Lainnya : 14 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Indonesia, Malaysia dan Singapura Mendominasi

“Kita juga harus membangun sarana dan prasarana wisata alam berstandar Internasional dan membangun sarana prasarana pendukung yang memadai di luar kawasan Pulau Komodo ini,” pungkas Deputi Ridwan.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mentan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Smartfarming

Peristiwa   14 Juni 2021 - 10:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: