Kementerian Pertanian Targetkan Indonesia Swasembada Daging Sapi 2026

Peristiwa
Astri Sofyanti
30 Juni 2019   09:30 WIB

Komentar
Kementerian Pertanian Targetkan Indonesia Swasembada Daging Sapi 2026

Pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita mengatakan bahwa populasi sapi dan kerbau akan terus ditingkatkan. Hal ini seiring dijalankannya program swasembada daging sapi yang ditargetkan pada 2026 mendatang.

Ketut menyampaikan bahwa Ditjen PKH menyambut baik acara kontes ternak sapi yang menurutnya merupakan salah satu cara penyebarluasan informasi capaian dan kinerja yang sudah diraih di bidang peternakan kepada masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Kupang, sekaligus memberikan penghargaan dan mendorong keterlibatan peternak dan masyarakat dalam memelihara sapi serta berusaha di bidang peternakan.

Selain itu, Kementerian Pertanian berharap dapat berkontribusi bagi pembangunan peternakan dan peningkatan populasi sapi/kerbau nasional karena memberikan stimulan bagi peternak untuk beternak lebih baik.

Baca Lainnya : Kementan Telusuri Penyebab Besarnya Disparitas Harga Ayam di 3 Provinsi

Dirinya menjelaskan bahwa dalam rangka mencapai swasembada daging sapi, Pemerintah terus mendorong pertumbuhan populasi ternak sapi dan kerbau melalui Upsus Siwab dengan langkah optimalisasi reproduksi ternak dengan penerapan teknologi tepat guna baik itu transfer embrio (TE) maupun Inseminasi Buatan (IB). Pemanfaatan teknologi tersebut merupakan salah satu upaya untuk peningkatan populasi dan mutu genetik ternak.

“Melalui kegiatan transfer embrio, selain untuk peningkatan mutu genetik juga untuk memperkaya genetik ternak yang telah ada, seperti upaya memproduksi sapi bibit unggul melalui persilangan jenis Belgian Blue dengan beberapa jenis sapi di Indonesia,” demikian disampaikan Ketut dalam keterangan persnya di Jakarta.

Terkait program utama Kementan, Upsus Siwab, Ketut menggambarkan capaiannya pada tahun 2018 dimana capaian layanan IB nasional adalah sebanyak 3.987.661 ekor atau 132.92 persen dari target 3 juta ekor, capaian kebuntingan nasional sebanyak 2.051.108 ekor atau 97.67 persen dari target 2,1 juta ekor, serta kelahiran sebanyak 1.832.767 ekor atau 109.09 persen

Baca Lainnya : Kementan Implementasikan Hasil Penelitian di Lapangan

Sedangkan untuk tahun 2019, sampai dengan 24 Juni 2019 capaian layanan IB nasional adalah sebanyak 2.103.709 ekor atau 70.12 persen dari target 3 juta ekor dan capaian kebuntingan nasional sebanyak 977.994 ekor atau 46.57 persen dari target 2,1 juta ekor serta kelahiran sebanyak 897.860 ekor atau 53.44 persen.

“Pelaksanaan Upsus Siwab selama kurun waktu 2017-2018 memerlukan anggaran sebesar 1,411 Triliun, dan menghasilkan 2.743.902 ekor sapi, dengan asumsi harga per ekor Rp 8.000.000 maka hasil Upsus Siwab tahun 2017-2018 adalah sebesar Rp.21.951.216.000.000,” ujarnya.

Provinsi NTT merupakan salah satu produsen sapi potong yang memasok kebutuhan daging sapi di Jabodetabek. Saat ini NTT merupakan salah satu daerah yang terus didorong untuk meningkatkan penggunan teknologi IB, mengingat ketergantungan kelahiran anak hasil kawin alam masih sangat tinggi karena hampir sebagian besar sistem pemeliharaan ternak sapi dan kerbau di NTT dengan cara dilepaskan (pola ekstensif).

Baca Lainnya : Wujudkan Swasembada Bawang Putih, Kementan Gandeng 5 Lembaga Berikut Ini

“Hal ini patut menjadi perhatian bersama, karena dengan sistem kawin alam yang tidak terprogram akan terjadi kawin sedarah, sehingga terjadi penurunan mutu genetik. Ini dapat terlihat dari penampilan sapi-sapi yang lebih kecil,” lanjut Ketut.

“Melaui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah, dan cepat serta dapat meningkatkan pendapatan para peternak, selain itu keuntungan IB lainnya adalah adanya perbaikan genetic,” tambahnya.

Menurut Ketut dengan adanya Upsus Siwab, telah terjadi peningkatan terhadap total raihan IB di NTT dan wilayah Indonesia Timur lainnya yang sebagian besar merupakan wilayah introduksi. Tercatat sampai dengan 24 Juni 2019 capaian layanan IB NTT adalah sebanyak 1.923 ekor atau 16.03% dari target 12.000 ekor, dan capaian kebuntingan sebanyak 3.209 ekor atau 37.67% dari target 8.400 ekor serta kelahiran sebanyak 5.118 ekor atau 76.16%.

Baca Lainnya : Harga Ayam Hidup Anjlok, Ini Langkah Kementan Minimalisir Kerugian Peternak

“Kementan akan siapkan semen Belgian Blue untuk diinseminasikan (IB) pada 10 ekor sapi untuk menambah semangat kawan-kawan peternak di Kupang untuk lebih maju dan lebih baik,” ucapnya lagi.

Ketut mengungkapkan kontes ternak tersebut merupakan momentum yang tepat untuk terus membangun seluruh potensi yang dimiliki sehingga program pembangunan peternakan nasional menjadi lebih efektif dan berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan sebagaimana telah menjadi fokus kebijakan nasional. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Mentan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Smartfarming

Peristiwa   14 Juni 2021 - 10:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: