Bulan Ramadan, Pasokan Kantong Darah PMI Jakarta Turun Drastis

Peristiwa
Thomas Aquinus
22 Mei 2019   17:00 WIB

Komentar
Bulan Ramadan, Pasokan Kantong Darah PMI Jakarta Turun Drastis

Kantong darah (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Selama bulan Ramadan, diketahui pasokan darah Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta menurun drastis dari sekitar 800 kantong per hari pada hari biasa menjadi 200 sampai 300 kantong per hari. Sementara itu, permintaan darah per hari untuk wilayah Ibu Kota berkisar 600 kantong.

Kepala Bidang Pengadaan Darah Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta Endang Pratiwi mengungkapkan, penurunan jumlah penyumbang darah selama bulan Ramadan antara lain terjadi karena warga khawatir donor darah saat puasa bisa menurunkan kebugaran atau membatalkan puasa.

"Saat Ramadan, tepatnya mendekati Lebaran dan pasca-Lebaran jumlah relawan pendonor menurun drastis kalau dibandingkan dengan hari biasa," katanya di Jakarta, Selasa (21/5).

Baca Lainnya : PMI Bengkulu Ciptakan Desa Sumber Urip Jadi Kampung Donor Darah

Endang juga menyampaikan, bahwa MUI sudah memberikan penjelasan bahwa mendonorkan darah saat bulan puasa tidak membatalkan puasa.

"MUI sudah menyampaikan donor tidak membatalkan puasa, dan juga tidak akan membuat kita lemas, atau kalau masih khawatir masyarakat bisa mencoba donor pagi hari, sesaat sebelum berbuka, atau pada malam hari, layanan kami buka 24 jam," katanya.

Saat ini PMI DKI Jakarta juga sudah berusaha mengatasi penurunan jumlah pendonor darah selama Ramadan dan Lebaran dengan menggelar kegiatan donor keliling dan menyiapkan bingkisan bahan pokok bagi warga yang secara sukarela menyumbangkan darahnya.

Bingkisan berisi bahan pokok seperti minyak goreng, gula pasir dan mi instan itu diharapkan bisa menarik warga untuk mendonorkan darah selama Ramadhan dan Lebaran.

Baca Lainnya : Memasuki Bulan Ramadan, Stok Darah PMI Tangerang Semakin Menipis

"Bingkisan ini kita siapkan dalam kegiatan donor darah keliling menggunakan empat unit mobil transfusi darah, ini akan berlangsung sampai 10 hari setelah Lebaran," ujar Endang.

"Kita harapkan dengan program bingkisan ini setidaknya jumlah pendonor mampu mendekati jumlah di hari biasa," ungkapnya. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: