Pantau Gunung Anak Krakatau, BMKG Pasang 6 Seismograf

Peristiwa
Astri Sofyanti
26 Des 2018   10:00 WIB

Komentar
Pantau Gunung Anak Krakatau, BMKG Pasang 6 Seismograf

Gunung Anak Krakatau (Foto : ANTARA FOTO)

Trubus.id -- Guna memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasang enam seismograf di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Enam seismograf itu mulai dioperasikan sejak Selasa, (25/12). Tiga Seismograf dipasang di Banten dan dan tiga lainnya di Lampung.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, seismograf dipasang untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih cukup signifikan dan berpotensi terjadi longsoran.

Baca Lainnya: Update Terbaru, Korban Tsunami Selat Sunda: 281 Meninggal, 1.016 Luka-Luka dan 57 Hilang

"Karena itu dengan seismograf yang dimiliki BMKG ini, dengan mengepung Gunung Anak Krakatau diharap dapat mencatat. Kalau satu sensor mencatat itu setelah diatur dia akan mengeluarkan alarm," demikian disampaikan Rahmat saat menggelar Konferensei Pers di Kantor BMKG, Selasa (25/12) malam.

Pihaknya berharap mendapatkan informasi akurat dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sehingga BMKG bisa mengambil kesimpulan dan keputusan secara lebih cepat.

"Kalau dua minimal tiga kami bisa mengetahui di mana posisi, sumber getaran itu tadi. Apalagi kalau enam-enamnya mencatat," ujarnya.

Baca Lainnya: Taman Nasional Ujung Kulon Terdampak Tsunami Selat Sunda, Bagaimana Kondisi 67 Ekor Badak Jawa?

Rahmat mengatakan, pihaknya segera memberi peringatan dini tsunami bila seismograf mencatat getaran mencapai 3,4 sampai 3,5 magnitudo. Setelah dirasa aman sampai sekitar satu jam peringatan dini tersebut akan dicabut.

Namun, kata Rahmat, meski nantinya BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami, belum tentu akan terjadi gelombang tinggi yang menyapu daratan seperti yang terjadi, Sabtu (22/12) malam.

"Kami harap tidak menimbulkan kepanikan baru. Lebih baik kita berikan warning, syukur-syukur tidak terjadi tsunami. Kalau satu jam tidak ada tanda-tanda tsunami kami sampaikan bahwa warning tsunami dinyatakan berakhir," pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: