7 Kesepakatan Bersama Kemenko Maritim, BMKG, BIG, BPPT, LIPI dan Badan Geologi ESDM Terkait Tsunami di Selat Sunda

Peristiwa
Diah Fauziah
25 Des 2018   08:00 WIB

Komentar
7 Kesepakatan Bersama Kemenko Maritim, BMKG, BIG, BPPT, LIPI dan Badan Geologi ESDM Terkait Tsunami di Selat Sunda

Dampak dari tsunami selat sunda pada Sabtu (22/12). (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Tsunami yang terjadi selat sunda pada Sabtu (22/12) pukul 10 malam kemarin diakui Kemenko Maritim, BMKG, BIG, BPPT, LIPI dan Badan Geologi ESDM karena terjadi longsoran di lereng Gunung Anak Krakatau. Bukan disebabkan gempa tektonik.

"Tsunami tersebut bukan karena gempa tektonik, melainkan longsor atau flank collapse di lereng Gunung Anak Krakatau karena erupsi," ujar penjelasan tertulis yang diterima Trubus.id.

Inilah 7 kesepakatan bersama yang disepakati Kemenko Maritim, BMKG, BIG, BPPT, LIPI, dan Badan Geologi ESDM.

1. Pada Sabtu (22/12), sekitar pukul 22.00 WIB, BMKG mendapat data tentang tide gaude di Selat Sunda yang mencatat anomali permukaan air laut diyakini sebagai tsunami.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: