Kisah Selamatnya Warga Kepulauan di Selat Sunda dari Tsunami 

Peristiwa
Karmin Winarta
24 Des 2018   17:27 WIB

Komentar
Kisah Selamatnya Warga Kepulauan di Selat Sunda dari Tsunami 

Tsunami selat sunda (Foto : Yandi)

Trubus.id -- ga Pulau Sangiang, yang terletak di perairan Selat Sunda, segera berlari naik ke perbukitan di dekat kampung mereka, saat Sabtu malam, 22 Desember 2018 mendapatkan kabar akan terjadi tsunami yang diakibatkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Dengan bekal seadanya, bahkan hanya pakaian yang melekat di tubuh, mereka berhamburan menyelamatkan diri ke atas perbukitan dan gunung di dekat kampung mereka.

Karena naik ke bukit dan gunung di Pulau Sangiang, mereka akhirnya selamat. Kini, mereka mengungsi ke rumah sanak keluarga yang ada di sekitar Anyer, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon, menggunakan perahu milik nelayan.

"(Ketinggian) ombak kita nggak tahu (seberapa tinggi). Cuma ada kabar dari penduduk kita harus ke atas ke gunung, kita lari semua. Ada yang bawa kasur segala macem," kata Sugih, pria paruh baya yang selamat dari amukan gelombang tinggi tsunami, saat ditemui di pelabuhan Paku, Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Senin (25/12/2018).

Di atas bukit, warga menginap semalaman, hingga hari Minggu pagi, 23 Desember 2018, masyarakat turun gunung dan melihat permukiman mereka telah rata dengan tanah. 

Gelombang tsunami yang diduga akibat longsoran material Gunung Anak Krakatau (GAK) ke perairan Selat Sunda, selain memporak porandakan perkampungan mereka, juga merobohkan pohon dan perkebunan yang telah mereka tanami.

Pohon kelapa yang tinggi-tinggi itu, telah berjatuhan di tanah saat warga turun dari gunung sekitar pukul 06.00 wib, saat kondisi dianggap warga telah reda kembali.

"Kita liat-liat dulu, udah agak aman, kita turun gunung," ujarnya.

Penginapan yang biasa disewakan warga ke wisatawan pun ikut hancur. Kini, mereka memilih untuk menyelamatkan diri hingga cuaca lebih bersahabat. Bahkan menyebrangi perairan selat Sunda dari Pulau Sangiang ke Anyer, dilakukan dengan amat hati-hati.

Beruntung, wisatawan ikut menyelematkan diri ke atas bukit. Kini, wisatawan yang sedang berlibur, satu persatu telah kembali ke daratan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: