Meski Kemarau, Produksi Padi Gunungkidul Melimpah

Peristiwa
Astri Sofyanti
17 Des 2018   10:15 WIB

Komentar
Meski Kemarau, Produksi Padi Gunungkidul Melimpah

Panen padi di sawah, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Produksi padi yang dihasilkan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta periode Januari hingga Desember 2018 mencapai 300.652 ton gabah kering giling. Padahal targetnya hanya 293.000 ton.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Raharjo Yuwono, mengatakan pencapaian tersebut juga melampaui capaian tahun kemarin yaitu sebanyak 293.358 ton gabah kering giling.

"Produksi padi di Gunung Kidul tidak terpengaruh dengan kemarau panjang tahun ini. Kami prediksi, tahun depan produksinya lebih bagus lagi," kata Raharjo di Gunungkidul, Yogyakarta, Senin (17/12).

Baca Lainnya: Lahan Pertanian di Jogja Menyusut Karena Banyak Dijadikan Indekos?

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada luas panen padi di Gunung Kidul seluas 59.290 hektare dengan produktivitas 5,071 ton per hektare gabah kering giling. Produksi padi yang cukup banyak ada di wilayah Kecamatan Ponjong dan Kecamatan Semin yang mencapai 4.000 hektare.

"Kami mentargetkan luas tambah tanam 48.776 hektare dan saat ini sudah terealisasi 40.991 hektare,” lanjutnya.

Menurutnya, produksi padi di Gunungkidul masih menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Yogyakarta.

Pada tahun ini tidak begitu ada masalah di bidang pertanian, termasuk saat datangnya kemarau, rata-rata para petani sudah masuk masa panen.

Baca Lainnya: Berkurangnya Lahan Pertanian, Tantangan dalam Wujudkan Swasembada Pangan

"Target tersebut dapat tercapai dengan mudah karena minimnya masalah baik dari segi hama dan cuaca,"paparnya.

Salah satu petani di Kecamatan Ponjong Slamet mengungkapkan bahwa pada musim kemarau tahun ini cukup panjang. meski begitu, petani di Ponjong masih dapat menanam padi tiga kali dalam satu tahun.

"Produksi padi cukup bagus pada musim tanam satu dan kedua dengan produktivitas rata-rata di atas 7,0 ton per hektare gabah kering panen," ujar Slamet.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: