Pemuda Kekinian Ini Ubah Sorghum Jadi Makanan Berkelas

Peristiwa
Karmin Winarta
01 Des 2018   09:22 WIB

Komentar
Pemuda Kekinian Ini Ubah Sorghum Jadi Makanan Berkelas

Muhammad Bayu Hermawan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Malam ini, Sabtu (01/12) ajang final pemilihan Duta Petani Muda digelar. Salah satu finalis yang masuk 10 besar adalah Muhammad Bayu Hermawan. Pria yang berasal dari Kalimantan Selatan ini telah memulai bisnis di bidang pertanian sejak tiga tahun lalu.

Saat itu ia telah memulai bisnis jamur tiram dan pakan ternak yang memanfaakan jagung hibrida. Namun saat melakukan tarveling ke Lombok, ia berkenalan dengan sorghum, cantel, orean, jaung cangkul, atau gandrung (sorghum bicolor). Di beberapa daerah, tanaman bahan pangan ini memang dianggap kurang berkelas jika dibandingkan dengan padi atau beras.

Baca Lainnya: Gestianus Sino: Agar Sukses Bertani, Menanam Harus Sesuai Irama Alam

Karena itu banyak petani yang kurang tertarik membudidayakan tanaman yang kaya serat, rendah indeks glikemik dan gluten free ini. Bayu awalnya berpikiran memanfaatkan sorghum ini untuk pakan ternak ayam dan sapi. Namun setelah melakukan riset dan berkolaborasi dengan beberapa universitas, ia menemukan ide lain. Ia mengolah sorghum menjadi tepung, beras hingga produk gulanya.

Tahun 2015 ia mensosialisasikan sorghum ke para petani di NTB agar mereka mau menanam. "Kita punya produk unggulan, tapi kenapa bisa punah hanya karena kalah pamor dengan padi, jagung dan kedelai, " katanya kepada Trubus.id.

Ia juga bekerja sama dengan pemerintah, dinas pertanian, BPTP dan startegi pembenihan bibit. Namun sayang, saat itu pasar belum bisa menerima, karena harganya yang dianggap terlalu tinggi. Bayu tidak menyerah, setelah melakukan riset, ia lalu mengolah sorghum menjadi oleh-oleh khas lombok, yakni cookies sorghum.

Ia menjual produknya ke bakeri-bakeri yang ada di Lombok. Selain itu, untuk memperluas jaringan Bayu juga rajin mengikuti kompetisi-kompetisi yang dilakukan brand. Pada event itu ia bisa bertemu dengan para food startup dan membangun kerjasama dengan mereka. Dari kompetisi yang diikutinya ia berhasil memenangkan award yang akhirnya tercipta kerja sama dalam bidang pemasaran. 

Baca Lainnya: Herwita S. Rosalina: Menjadi Petani Organik Mendekatkan Tujuan Hidup Saya

Cookies buatannya kini telah beredar tidak hanya di Jawa tapi juga di Sumatera dan Kalimantan

Sampai sekarang ia masih terus mengedukasi petani Lombok bagaimana cara meningkatkan hasil sorghum dan mengolahnya menjadi produk setengah jadi, yakni beras sorghum atau tepung sehingga nilai jualnya lebih tinggi.

Ia telah berkolaborasi dengan 122 petani sorghum di Lombok. Petani tak perlu khawatir hasik panen sorgumnya tidak laku. Untuk membantu mereka dalam bidang pemasaran Bayu membentuk "Kampung Berseri"  yang memungkinkan para petani untuk bersinergi.

"Biar mereka mandiri, kami mengedukasi petani tidak hanya dalam menanam, tapi juga pemasarannya, " tambahnya.

Sukses di Lombok, laki-laki yang mempunyai akun Instagram @bayuhermawan07 ini juga tengah mulai mengenalkan sorghum di tanah kelahirannya, Kalimantan Selatan. Di tengah kesibukannya mengurus bisnis pertaniannya, ia saat ini sedang menyelesaikan pendidikannya di Jakarta. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: