Upaya Percepatan Rehabilitasi Usai Gempa Lombok Terus Berjalan

Peristiwa
Astri Sofyanti
13 Sep 2018   16:30 WIB

Komentar
Upaya Percepatan Rehabilitasi Usai Gempa Lombok Terus Berjalan

Bangunan runtuh akibat gempa di lombok (Foto : Trubus.id / Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Hingga saat ini upaya percepatan rehabilitasi usai rentetan gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan. Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mengawasi dan memastikan koordinasi, sinkronisasi serta pegendalian terhadap upaya percepatan rehabilitasi pascabencana berjalan dengan baik.

Selain itu, pemanfaatan dana desa juga terus didorong oleh Kemenko PMK sebagai upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan yang hancur sehingga masyarakat yang terdampak gempa bisa segera kembali ke rumah.

Hal ini diungkapkan oleh, Plt. Deputi bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan, Kemenko PMK, Sonny HB Harmadi, memastikan khusus untuk percepatan implementasi pembangunan rumah agar segera dilakukan pembersihan puing (land clearing) dapat diselesaikan sesuai dengan target yaitu pada akhir September 2018 ini. 

Baca Lainnya : Presiden Janjikan Rehabilitasi Sekolah di Mataram Kelar Dalam Dua Bulan

Pihaknya juga mengimbau, agar masyarakat juga turut terlibat langsung membantu membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan.

Selain itu, ia juga meminta agar dilakukan percepatan untuk pembangunan fasilitas fungsi pendidikan, kesehatan, keagamaan, ekonomi dan sosial kemasyarakatan dapat segera pulih dan normal kembali.

Baca Lainnya : Kemendes: Gunakan Dana Desa untuk Rehabilitasi Wilayah Korban Gempa Lombok

"Saya juga mengarahkan para kepala dinas dan pendamping desa dan juga koordinatornya mulai dari kabupaten/kota hingga provinsi untuk dapat memanfaatkan dana desa dalam mendukung pelaksanaaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa ini," ungkapnya lagi.

Lebih lanjut Sonny meminta agar layanan kesehatan dapat tanggap terhadap sejumlah penyakit yang mulai menjangkit para pengungsi khususnya malaria. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: