Kasus Malaria di Lombok Barat, Kemenkes Sebut itu Wilayah Endemis

Peristiwa
Astri Sofyanti
10 Sep 2018   08:59 WIB

Komentar
Kasus Malaria di Lombok Barat, Kemenkes Sebut itu Wilayah Endemis

Nyamuk, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut kasus malaria yang terjadi di sejumlah pengungsian di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) karena wilayah tersebut merupakan daerah endemis malaria.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Krisis Kemenkes Ahmad Yurianto, yang mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih terus berupaya mengeliminasi penyakit malaria di NTB.

Salah satu daerah di Kabupaten Lombok Barat yang menjadi daerah endemis malaria adalah Desa Bukittinggi, Kecamatan Gunung Sari.

Baca Lainnya: 44 Pengungsi di Lombok Barat Positif Terserang Malaria

“Sebelum Lombok di guncang gempa, wilayah ini memang menjadi daerah endemis malaria di kawasan Lombok Barat,” demikian di sampaikan Kepala Pusat Krisis Kemenkes Ahmad Yurianto melalui keterangan resminya yang diterima Trubus.id, Senin (10/9).

Lebih lanjut Yurianto mengungkapkan, pascagempa terjadi, sebagian besar masyarakat tinggal dipengungsian jadi kemungkinan masyarakat yang digit nyamuk malaria jauh lebih tinggi dibanding saat berada di dalam rumah.

Sejauh ini, Kemenkes juga telah mendatangi sejumlah tempat pengungsian untuk memeriksa keadaan warga dengan melakukan pemeriksaan darah.

“Dari 270 pengungsi yang diperiksa, 32 orang positif terjangkit malaria,” ujarnya.

Untuk itu, dikatakan Yurianto, sejumlah tenaga kesehatan dan relawan masih terus memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang terjangkit malaria di Lombok.

Baca Lainnya: Langkah Presiden Jokowi Tangani Gempa 7 SR di Lombok

Penyebaran malaria tak hanya terjadi di Kabupaten Lombok Barat saja, dikatakan Yurianto, Kabupaten Lombok Timur yakni Sembalun, Belanting, dan Labuhan juga masih endemis malaria. Karena menjadi kantong penyebaran malaria akibat nyamuk Anopheles betina terinfeksi ini, ia mengklaim stok obat pasti tersedia di daerah endemis malaria.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga fokus pada pencegahan malaria dengan edukasi ke masyarakat supaya jangan sampai digigit nyamuk. Kemenkes juga memberikan informasi pentingnya pemakaian lotion antinyamuk untuk mencegah malaria. Pihaknya juga membagikan 1.000 kelambu di daerah endemis malaria di NTB. [KW]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: