Pascagempa Lombok, Kemendikbud Pulihkan Sistem Pendidikan

Peristiwa
Ihsan Maulana
09 Sep 2018   14:00 WIB

Komentar
Pascagempa Lombok,  Kemendikbud Pulihkan Sistem Pendidikan

Pengungsi gempa Lombok. (Foto : Trubus.id / Thomas)

Trubus.id -- Pascagempa 7,0 SR yang mengguncang Lombok NTB beberapa waktu lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan berbagai pihak lainnya, terus melakukan beragam upaya untuk menjalankan sistem pendidikan yang sempat lumpuh. Salah satunya dengan pemulihan sarana dan prasaran sekolah.

“Saat ini, ada 20 lembaga nonpemerintah berkekuatan ratusan relawan yang bergotong-royong bersama pemerintah pusat dan daerah untuk fokus pada pemulihan kondisi sekolah melalui kelas darurat,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso, Minggu (9/9).

Baca Lainnya : Pondok Anak Ceria Lakukan Trauma Healing pada Anak Korban Gempa Lombok

Menurt Ari, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, melakukan apel berupa gerakan kembali sekolah di Alun-alun Bumi Gora, kantor Gubernur NTB, pada Minggu (9/9). Kegiatan ini diikuti perwakilan guru, lembaga atau komunitas, siswa hingga ASN terkait.

“Pak Menteri akan memberi secara langsung dana bantuan dan tunjangan khusus bagi para guru yang terdampak gempa,” sambungnya.

Tunjangan berupa dana bantuan akan diberikan pada 5.000 guru terdampak gempa di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Kota Mataram.

Baca Lainnya : Chaim Fetter, Dedikasikan Hidupnya untuk Pendidikan Anak Miskin di Lombok

“Jumlah bantuannya Rp2 juta per bulan untuk non PNS dan Rp1,5 juta per bulan untuk PNS. Tunjangan ini diberikan selama enam bulan,” papar Ari.

Selain bantuan dana tunjangan khusus, Kemendikbud telah mendirikan 112 tenda darurat yang berfungsi sebagai kelas darurat, 5.000 paket seragam, layanan psikososial dan psikoeduasi trauma healing. Kemendikbud juga akan menerbitkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) khusus siswa yang menjadi korban gempa lombok.

“Alokasi anggaran Kemendikbud untuk pemulihan di NTB pascagempa sebesar Rp258 miliar,” tutupnya. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: