Pemkot Surabaya Tunda Pembangunan Sekolah di Lombok, Kenapa?

Peristiwa
Astri Sofyanti
15 Agu 2018   11:00 WIB

Komentar
Pemkot Surabaya Tunda Pembangunan Sekolah di Lombok, Kenapa?

Korban gempa Lombok (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur diperkirakan akan menunda pembangunan gedung sekolah SDN Obel-obel I, yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang rusak akibat guncangan gempa Lombok. Pembangunan ditunda hingga kondisi di daerah tersebut stabil.

Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya Imam Siswandi yang mengatakan, hasil evaluasi yang dilakukan bersama tim Pemkot Surabaya di lapangan, kondisi di Lombok memang belum stabil.

"Gempa dengan skala kecil pun masih sering terjadi di sana. Tapi kami akan terus membangun komunikasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) NTB," ucapnya di Rurabaya, Rabu (15/8).

Baca Lainnya: NPB Catat Total Kerugian Gempa lombok Capai Rp 5,4 T

Lebih lanjut dikatakan Imam, terkait bantuan pembangunan SDN Obel-Obel I, pihaknya masih menunggu arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan BPBD NTB.

"Jumlah uangnya sudah siap. Namun, kami masih menunggu dari BMKG atau BPBD provinsi NTB. Sehingga nanti bisa dilakukan pembangunan sekolah secara swadaya oleh Pemkot Surabaya," paparnya.

Selain itu, pihaknya juga berbagi pengalaman usai tim pertama yang dipimpinnya tiba di Lombok. Melihat kondisi yang memprihatinkan, ia bersama tim merasakan langsung bagaimana kondisi masyarakat di Lombok pascagempa. Bahkan, ia bersama tim juga sempat merasakan getaran gempa ketika tinggal di sana. 

"Memang kami lihat keadaannya cukup parah. Kami lihat 95 persen bangunan di Lombok Utara itu hancur, termasuk kantor bupati dan kantor camat juga rata dengan tanah," ungkapnya lagi.

Baca Lainnya: 5 Saran PVMBG untuk Rencana Pembangunan di Lokasi Gempa Lombok Utara

Untuk itu, pihaknya bersama tim juga melakukan tinjauan di SDN Obel-Obel 1, Lombok Timur, untuk rencana pembangunan gedung sekolah. 

Tapi ketika mendengar informasi bahwa kondisi di Lombok Utara juga memprihatinkan, akhirnya Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengarahkan agar tim juga bergeser ke Lombok Utara.

"dari Lombok Utara kemudian Bu Risma menginstruksikan untuk mencari lokasi terjauh yang belum mendapat perhatian dari instansi manapun. Sehingga kami koordinasi dengan BPBD di sana, akhirnya ketemu lokasi yang belum tersentuh," tambahnya lagi. [KW]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: