Pengungsi Korban Gempa Lombok Mulai Diserang Berbagai Penyakit

Peristiwa
Astri Sofyanti
14 Agu 2018   22:45 WIB

Komentar
Pengungsi Korban Gempa Lombok Mulai Diserang Berbagai Penyakit

Korban gempa Lombok. (Foto : Trubus.id/ Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Ribuan pengungsi korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai rentan terserang sejumlah penyakit. Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Mardjito. 

Ia mengatakan, sejumlah penyakit yang mengancam para pengungsi diantaranya seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare, demam, dan penyakit kulit lainnya. Penyakit-penyakit ini pun mulai banyak diidap pengungsi.

"Penyakit itu muncul karena kondisi lingkungan yang memang tidak sehat, depresi, serta minimnya ketersediaan air bersih," kata Mardjito di Lombok Utara, NTB, Selasa (14/8).

Baca Lainnya : NTB Akan Bangun RS Sementara untuk Bantu Korban Gempa Lombok

Menurutnya, tiga penyakit ini diderita pengungsi lantaran faktor kebersihan lingkungan yang buruk pascagempa. 

Lebih lanjut ia mengatakan, dari total 150 ribu pengungsi warga Lombok Utara yang kini mengungsi di berbagai lokasi di wilayah setempat, sebanyak 1.597 orang telah dirujuk ke berbagai pos kluster kesehatan, baik di provinsi dan Kabupaten Lobar, rumah sakit swasta, dan pemerintah di Kota Mataram dan delapan pos kesehatan di Lombok Utara.

Tapi dikatakan Mardjito, khusus penyakit ISPA yang kini terdeteksi sebanyak 74 kasus, diare sebanyak 49 kasus, cedera ringan, demam dan penyakit kulit lainnya mencapai 40 kasus. 

"Ini karena sampah-sampah yang menumpuk dan MCK yang kini tidak ada di lokasi pengungsian akan rentan membuat ratusan ribu warga Lombok mengalami penyakit," ucapnya.

Baca Lainnya : Cegah Penyebaran Penyakit, Kemenkes Kirim Alat Kesehatan ke Lombok 

Sedangkan ratusan ribu pengungsi gempa Lombok dilayani oleh sebanyak 1.004 tenaga kesehatan. Rinciannya, sebanyak 171 orang dokter spesialis (bedah, psikiater, psikolog dan anak), sebanyak 208 dokter umum, 245 perawat, psikolog sebanyak empat orang dan sebanyak 268 merupakan tenaga medis.

Hingga saat ini, tim kesehatan telah mendistribusikan 3,5 ton obat-obatan, dengan peruntukan 50 persen di Lombok Utara, 30 persen di Lombok Barat, dan 20 persen lainnya untuk stok. 

"Insya Allah semua kekuatan tenaga medis, termasuk adanya bantuan dari 100 lembaga relawan yang tersebar kita maksimalkan menangani para pengungsi korban gempa," tutupnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: