BNPB Catat Total Kerugian Gempa lombok Capai Rp 5,4 T 

Peristiwa
Binsar Marulitua
13 Agu 2018   17:45 WIB

Komentar
BNPB Catat Total Kerugian Gempa lombok Capai Rp 5,4 T 

Korban gempa Lombok (Foto : Thomas Aquinus/ Trubus.id)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Senin (13/8) tercatat sebanyak 436 orang meninggal dunia akibat gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali. Tdak hanya korban jiwa, hitung cepat kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB mencapai lebih dari 5,04 triliun rupiah.

"Nominal tersebut perkiraan sementara akibat gempa bumi di NTB, baik gempa 6,4 SR pada 29/7/2018 maupun gempa 7 SR pada 5/8/2018. Hasil sementara hitung cepat kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB mencapai lebih dari 5,04 trilyun rupiah.

Angka ini sementara, hanya berdasarkan basis data pada sampai Kamis (9/8). Dipastikan dampak ekonomi lebih dari 5,04 triliyun nantinya, " jelas Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB yang disampaikan Kepala Pusat Data informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (13/8). 

Baca Lainnya: Belum Ada Bantuan, Korban Gempa Lombok di Perbukitan Kurangi Jatah Makan

Sutopo menjelaskan Kerusakan dan kerugian lebih dari 5,04 trilyun rupiah tersebut berasal dari sektor permukiman 3,82 triliun rupiah, infrastruktur 7,5 miliar rupiah, ekonomi produktif 432,7 miliar rupiah, sosial budaya 716,5 miliar rupiah, dan lintas sektor 61,9 miliar rupiah. Kerusakan dan kerugian  terbanyak adalah sektor permukiman yang terdiri dari puluhan ribu rumah penduduk rusak berat, bahkan banyak yang rata dengan tanah.

Secara wilayah, ditambahkan Sutopo, kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB paling banyak adalah di Kabupaten Lombok Utara yang mencapai lebih dari 2,7 trilyun rupiah. Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat mencapai lebih dari 1,5 trilyun rupiah, Lombok Timur 417,3 milyar rupiah, Lombok Tengah 174,4 milyar rupiah dan Kota Mataram 242,1 milyar rupiah. Dampak kerusakan dan kerugian ekonomi di Bali masih dilakukan perhitungan.

"Kerusakan dan kerugian ini sangat besar. Apalagi jika nanti data sudah terkumpul semua, maka jumlahnya akan lebih besar. Perlu triliunan rupiah untuk melakukan perbaikan kembali dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Perlu waktu untuk memulihan kembali kehidupan masyarakat dan pembangunan ekonomi di wilayah NTB. Pemerintah pusat akan terus mendampingi masyarakat dan Pemda NTB," tambahnya. 

Baca Lainnya: BNPB Perkirakan Jumlah Korban Gempa Lombok Terus Bertambah

Dijelaskan Sutopo, pendampingan ini bukan hanya saat tanggap darurat saja. Tetapi saat pascabencana melalui rehabilitasi dan rekonstruksi pun, Pemerintah Pusat akan terus membantu. Bahkan sebagian besar bantuan yang disalurkan berasal dari pemerintah pusat.

Skala penanganan dampak dampak gempa saat ini sesungguhnya sudah nasional. Artinya kapasitas nasional yang digerakkan untuk penanganan darurat saat ini sudah skala nasional, baik pengerahan personil, anggaran, logistik, peralatan, dan manajerial.

BNPB masih terus melakukan pendataan dan perhitungan ekonomi dampak gempa. Nanti saat masa darurat selesai kita akan masuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. BNPB Bersama kementerian/Lembaga dan NGO akan membangun kembali yang lebih baik daripada sebelumnya dengan prinsip build back better and safer.

Artinya yang akan kita bangun lagi lebih baik baik dan aman. Lombok adalah daerah rawan tinggi gempa, maka pembangunan kembali nanti harus sudah mengantisipasi gempa agar saat terjadi gempa lagi, korban, kerusakan dan kerugian dapat lebih sedikit, serta masyarakat lebih aman.b

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: