Dishanpang Ternak Sumut Gelar Operasi Pasar untuk Tekan Harga Telur

Peristiwa
Syahroni
03 Agu 2018   17:45 WIB

Komentar
Dishanpang Ternak Sumut Gelar Operasi Pasar untuk Tekan Harga Telur

Disnaktan Sumut menggelar Operasi Pasar, Jumat (3/8). (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Dishanpang Ternak) Sumatera Utara (Sumut) menggelar operasi pasar untuk menekan tingginya harga telur ayam ras. Dalam operasi pasar ini, juga dilibatkan Forum Perunggas (Forgas) Sumut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Dahler mengatakan, operasi pasar digelar di 6 titik, yaitu di Pasar Sei Sikambing, Pasar Sukaramai, Pusat Pasar, Pasar Simpang Limun, Pasar Brayan, Pasar Petisah, dan satu di Toko Tani Indonesia Center, di Kantor UPT Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

"Dalam operasi pasar ini, harga telur yang kita Rp1.200 per butir. Setiap pasar kita sediakan kurang lebih 2.000 butir, dan kalau kurang akan ditambah. Kita lihat, harga telur pasar di pasar berkisar Rp1.350 hingga Rp1.400 per butir," katanya, Jumat (3/8).

Baca Lainnya : KPPU Temukan Indikasi Kartel Terkait Mahalnya Harga Telur

Dahler menjelaskan, dalam operasi pasar kali ini pihaknya juga melibatkan Satgas Pangan dan Pemko Medan. Operasi pasar akan terus dilaksanakan selama enam hari ke depan, dengan tujuan untuk bisa menekan harga pasar, sehingga para konsumen bisa memperoleh harga yang layak.

Dalam operasi pasar kali ini, jika ada kekurangan jumlah telur yang disebar maka pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Forum Perunggasan (Forgas) untuk bisa memenuhi dan menekan harga telur.

"Harga telur ayam ras ini sebenarnya bulan Juli yang paling tinggi. Sebelumnya memang Rp 1.200 per butir," jelasnya.

Dahler menyebut, saat pihaknya rapat bersama dengan Forgas dan pihak lainnya, untuk telur ayam ras di Sumut dan Aceh termasuk harganya yang paling rendah dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain.

"Sumut dan Aceh, termasuk yang rendah harganya. Kegiatan yang kita lakukan ini, bagaimana caranya menekan harga," sebutnya. 

Mengenai harga ayam potong di pasaran yang berada di angka Rp39.000 sampai Rp40.000 per kilogram (kg), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut akan kembali melakukan pembicaraan dengan Forgas dan Pemko Medan.

"Sudah kami bahas ini. Saya pikir kita juga punya aksi, dan ini kita catat untuk menentukan langkah selanjutnya soal harga ayam potong," ungkap Dahler.

Baca Lainnya : Selain Telur, Harga Cabai Kini Juga Melambung

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut akan mencari terlebih dahulu polanya bagaimana. Pihaknya juga sudah mendapat arahan, supaya untuk harga ayam potong juga dilaksanakan, apakah akan dilakukan intervensi atau tidak.

"Tapi yang penting, telur ini dulu tahap pertama. Mudah-mudahan ini bisa kita tekan, dan kita lihat pergeseran harga sampai 6 hari ke depan," terang Dahler.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Alwin Sitorus menambahkan, mengenai harga cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit, pihaknya menilai masih dalam  kategori wajar. Baginya hal ini dipengaruhi iklim di Sumut.

"Mungkin bisa dipengaruhi faktor cuaca. Kita belum lakukan intervensi, karena harganya masih dalam kategori wajar," tambahnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mentan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Smartfarming

Peristiwa   14 Juni 2021 - 10:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: