Guru Besar IPB: Kebijakan Beras Saset Perlu Dikaji Ulang

Peristiwa
Karmin Winarta
31 Juli 2018   15:30 WIB

Komentar
Guru Besar IPB: Kebijakan Beras Saset Perlu Dikaji Ulang

Prof. Dr Ir Dwi Andreas Santosa, MS (Foto : Karmin Winarta)

Trubus.id -- Sejak beberapa hari lalu, di pasaran telah beredar berat sases  ukuran 200 gram.  Saat ini beras saset, atau beras kemasan atau ada yang menyebut beras renceng telah beredar di wilayah Jawa Barat dan Medan. 

Rencananya pada bulan September 2018 beras saset yang dijual dengan harga Rp2500 ini akan beredar di seluruh Indonesia. Efektifkah beras saset membantu masyarakat kelas bawah agar tetap bisa mengonsumsi nasi?

Baca Lainnya: Siap-Siap Beras Saset Mulai Beredar di Pasaran Minggu Depan

Merespon kebijakan Bulog tersebut, Guru besar IPB Prof. Dr Ir Dwi Andreas Santosa, MS, kebijakan tersebut nampaknya perlu dipertimbangkan lagi. Menurutnya membuat beras dalam bentuk saset, akan menambah biaya. Dan tentu saja biaya itu dilimpahkan ke konsumen.

Kepada Trubus.id di sela-sela Coffee Morning di Bina Swadaya beberapa waktu lalu, ia mengatakan, "Pengalaman di banyak negara praktis tidak ada beras saset, ada yang ukuran 500 gram sampai 1 kg itu ada. Tapi kalau sampau saset-saset kecil ini bagi saya harus dipertimbangkan ulang.

Baca Lainnya: Bulog Mulai Pasarkan Beras Saset di Sumut

"Kedua beras saset ini menggunakan pembungkus yang tidak ramah lingkungan, plastik. Sehingga ini menjadi beban tersediri bagi lingungan sehingga bagi saya beras saset ini adalah kebijakan yang perlu dipertimbangkan kembali, "katanya

Bagaiman Trubus Mania, apakah beras saset sudah beredari di wilayahmu?

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: