Dinas Kesehatan Larang Konsumsi Telur Pecah

Peristiwa
Astri Sofyanti
25 Juli 2018   20:15 WIB

Komentar
Dinas Kesehatan Larang Konsumsi Telur Pecah

Telur pecah (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sejak naiknya harga telur ayam beberapa waktu lalu, sebagian warga memilih membeli telur ayam dengan kondisi pecah karena harganya yang jauh lebih murah. Kondisi cangkang telur yang tak sempurna atau pecah ini rentan terkontaminasi bakteri salmonella yang bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Bakteri ini bisa dengan mudah masuk ke dalam bagian telur melalui retakan pada dinding telur. Jika telur pecah dikonsumsi, maka dapat mengakibatkan keracunan pada seseorang yang ditandai dengan gejala seperti mual, sakit perut, diare, sakit kepala, demam, panas dingin bahkan bisa berujung pada penyakit typus.

Baca Lainnya: Operasi Pasar, Inilah 50 Titik yang Jual Telur Ayam Rp19.500 per Kg

"Telur yang pecah memudahkan bakteri masuk, paling lama kondisinya 3 jam sejak telur itu pecah, selanjutnya tak layak dikonsumsi. Belum lagi soal kemasan saat dari pertama diambil dari kandang kemudian dikirim, kan namanya telur memang enggak pernah dicuci jadi langsung dijual, itu yang buat tidak higienis kalau telurnya ada pecahan," kata Tulus Muladiyono, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (25/7).

Tapi yang terjadi, kebanyakan masyarakat masih menganggap protein dalam telur pecah sama dengan isi kandungan protein telur yang normal. Padahal kondisi telur pecah tidak akan sama dengan telur yang kondisinya utuh.

Baca Lainnya: Harga Telur di Peternak dan Pedagang Terlampau Jauh, Ini Jawaban Mentan

“Tapi yang perlu dipahami adalah adanya kemungkinan pecahnya cangkang telur membuat kandungan gizi serta nutrisi di dalamnya hilang,” lanjutnya lagi.

Telur yang pecah meski dimasak hingga matang tetap saja tak bisa mengembalikan kandungan protein yang sudah lenyap.

Lebih lanjut Tulus mengatakan bahwa mengonsumsi telur pecah sama berisikonya dengan mengonsumsi ayam tiren.

"Sekalipun dimasak sampai matang, mungkin bakterinya akan mati, tapi ya percuma karena kandungan proteinnya sudah hilang. Telur dalam keadaan pecah pasti baunya juga berbeda dari telur yang kondisi cangkangnya utuh, telur pecah pasti mengeluarkan aroma tak sedap seperti mengonsumsi ayam tiren yang justru mengundang banyak penyakit,” tutupnya. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mentan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Smartfarming

Peristiwa   14 Juni 2021 - 10:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: