Pasokan Telur Ayam di Sumsel Turun Tajam Dua Bulan Terakhir

Peristiwa
Astri Sofyanti
17 Juli 2018   10:15 WIB

Komentar
Pasokan Telur Ayam di Sumsel Turun Tajam Dua Bulan Terakhir

Ilustrasi, Telur ayam (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dua bulan belakangan ini produksi telur ayam yang dihasilkan dari peternakan di Sumatera Selatan (Sumsel) menurun drastis. Penurunan produksi ini mengakibatkan harga telur mengalami kenaikan di wilayah tersebut.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel (AMPS) Isnaidi yang mengatakan, produksi telur ayam Sulsel hanya 150 ton saja per hari.

“Sebelumnya rata-rata produksi telur ayam di Sumsel 250 ton per harinya,” ujarnya di Palembang, baru-baru ini.

Baca Lainnya: DKI Jakarta Datangkan 200.000 Ton Telur Ayam dari Blitar

Menurutnya produksi telur mulai turun diakibatkan pengaruh cuaca panas karena tengah memasuki musim kemarau.

"Kandang ayam milik peternak sebagian besar berada di kawasan terbuka sehingga suhu udara di dalam kandang cukup panas karena terpapar langsung matahari, yang berdampak pada penurunan produksi telur," paparnya. 

Akibat terjadi penurunan produksi tersebut menurut Isnaidi, harga jual telur ayam di tingkat peternak mengalami kenaikan untuk mengimbangi biaya operasional yang tinggi.

Baca Lainnya: Bahas Kenaikan Harga Telur, Mendag Cari Solusi Bersama para Peternak

Harga jual telur ayam di tingkat peternak dalam kondisi normal Rp16.000 per kilogram (kg), tapi akibat terjadinya penurunan produksi secara drastis, harga jual dinaikkan menjadi Rp20.000 sampai Rp22.000 per kg di tingkat peternak.

"Dengan kenaikan harga jual di tingat peternak otomatis mempengaruhi harga telur ayam di pasaran yang sekarang ini mencapai Rp28.000 per kg,” tutup Isnaidi. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Tiga Menteri Panen Perdana Padi di Gresik

Peristiwa   12 Mar 2021 - 18:55 WIB
Bagikan: