Takut Harganya Naik Lagi, Warga Manokwari Borong Telur Hari Ini

Peristiwa
Syahroni
04 Juni 2018   22:45 WIB

Komentar
Takut Harganya Naik Lagi, Warga Manokwari Borong Telur Hari Ini

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Jalur pendistribusian merupakan salah satu kunci menjaga stabilitas harga pangan. Jika jadwal pendistribusian terhambat, sudah pasti akan berdampak pada harga komoditas pangan di pasaran.

Hal ini dirasakan betul oleh warga Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Sejak pendistribusian terhambat, harga komoditas telur di wilayah itu langsung melambung tinggi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, George Yarangga menjelaskan, keterlambatan pengiriman telur sudah sering terjadi. Terakhir beberapa hari lalu, karena terhambatnya pendistribusian, harga telur melambung hingga mencapai Rp.80 ribu per rak berisi 30 butir.

Baca Lainnya : Kenaikan Harga Daging Ayam Ras dan Telur, Sumbang Inflasi di Bulan Mei 2018

"Itu harga di pengecer kedua. Kalau di pengecer ketiga seperti kios dan warung kelontong harganya bisa mencapai Rp 3.500 sampai Rp 4 ribu perbutir," ujarnya.

Namun demikian, George menjelaskan, hari ini (4/6) kondisi sedikit berubah. Hal itu terjadi karena pasokan telur ayam dari Surabaya sudah ada yang sampai di wilayah tersebut. 

Ia menyebutkan, KM Oriental Gold kapal pengangkut telur dari Surabaya sudah sandar di dermaga pelabuhan Manokwari. Pada Senin (4/6) pembongkaran barang sudah dilakukan sehingga kebutuhan telur ayam di daerah tersebut sudah mulai terpenuhi.

"Ada satu lagi yang sudah datang yakni KM Tanto Bagus, tapi belum bisa bongkar karena masih mengantre," kata  dia.

Telur ayam ras yang dijual di toko pada Senin (4/6) begitu cepat diborong warga. Masyarakat khawatir kelangkaan kembali terjadi karena tidak ada kepastian tentang pasokan telur di daerah tersebut.

Ia berharap, kelangkaan barang tidak terulang di Manokwari. Hal ini sangat berdampak terhadap stabilitas inflasi di daerah tersebut. Ia juga berharap, pemerintah Kabupaten Manokwari terus berkoordinasi baik dengan distributor maupun perusahaan pelayaran.

Baca Lainnya : Harga Telur Ayam 'Digoyang', Mentan Minta Satgas Pangan Turun Tangan

Selain itu, guna memutus ketergantungan komoditas telur dari Pulau Jawa, pihaknya juga tengah mendorong penambahan peternak ayam petelur. 

"Kami bersama Bank Indonesia dan beberapa pemangku kepentingan yang lain sedang mendorong penambahan ternak ayam petelur. Selama ini kita masih sangat bergantung dengan pasokan dari Jawa," kata George. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Tiga Menteri Panen Perdana Padi di Gresik

Peristiwa   12 Mar 2021 - 18:55 WIB
Bagikan: