Sempat Bergejolak, Kini Harga Beras di Cirebon Sudah Sesuai HET

Peristiwa
Astri Sofyanti
30 Mei 2018   10:45 WIB

Komentar
Sempat Bergejolak, Kini Harga Beras di Cirebon Sudah Sesuai HET

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita (Foto : Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Mendekati Idul Fitri 2018, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan harga beras di Kota Cirebon sudah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Hal tersebut dibuktikan langusng oleh Enggar ketika mengunjungi dua pasar tradisional di Cirebon.

Mendag mengatakan saat ini beras kualitas medium dipatok dengan harga sekitar Rp 9.000 per kilogram (kg).

“Berdasarkan pantuan yang kami lakukan di Pasar Kramat dan Pasar Kanoman, Cirebon beras medium sudah dijual sesuai HET sekitar Rp 9.000 per kg,” kata Enggar di Cirebon, Rabu (30/5).

Baca Lainnya: Pemerintah Tetapkan HET Beras untuk Lindungi Petani dan Konsumen

Lebih lanjut Enggar juga mengatakan, pemerintah telah berupaya menjaga stabilisasi harga beras medium agar berada di kisaran Rp 8.900 per kilogran yang tujuannya untuk bisa dijangau masyarakat.

Sementara itu, harga beras premium berbagai merek terpantau stabil, berkisar Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per kg.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan harga eceran tertinggi beras, beras medium diatur untuk dijual dengan kisaran harga sekitar Rp 9.450 per kilogram.

Baca Lainnya: Kemendag: Harga Beras Sebelum Ramadan Harus di Bawah HET

Selain itu, beras kualitas premium juga diatur pada batasan Rp 12.800 per kg untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan.

"Tidak ada masalah jika dijual di bawah HET," tegas Enggar.

Selain memantau harga beras, Menteri Enggar juga memantau harga gula pasir dan terpantau di bawah HET yaitu dijual dengan harga Rp 12.000 kg. Sedangkan HET gula saat ini sekitar Rp 12.500 per kg.

Kebutuhan lainnya yang harganya turut dipantau adalah minyak goreng yang saat ini terpantau stabil dikisaran Rp 11.000 per kg.

"Dipastikan harga kebutuhan pokok aman begitu juga dengan stoknya," tutup Enggar. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mentan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Smartfarming

Peristiwa   14 Juni 2021 - 10:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: