Stok Beras Bulog Karawang Surplus Hingga 30.000 Ton

Peristiwa
Binsar Marulitua
25 Mei 2018   08:30 WIB

Komentar
Stok Beras Bulog Karawang Surplus Hingga 30.000 Ton

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bulog Subdivre Karawang, Jawa Barat, mencatat surplus beras sebanyak 30.000 ton, dari total stok beras hingga Mei 2018 mencapai 38.501 ton yang tersebar di 10 gudang perusahaan.

Wakil Kepala Divre Bulog Karawang, Khuardi, di Karawang, Kamis (24/5) kemarin, mengatakan stok beras tersedia di 10 gudang yaitu di Pangulah Utara, Adiaras, Palumbonsari, Tegal Waru, Jatiragas, Warung Bongkok, Purwasari I, Purwasari II, Cikangkung, dan Amansari.

Baca Lainnya : Menteri BUMN Minta Bulog Digitalisasi Inventaris Sistem di 1.500 Gudangnya

Khuardi menjelaskan, stok beras di Karawang sebanyak 38.501 ton tersebut terdiri atas beras impor dan beras yang diserap dari petani lokal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33.307 ton persedian untuk keperluan komersial, dan sebanyak 5.193 ton untuk keperluan subsidi Rastra.

"Selama tahun 2018 hingga periode Mei, pengadaan beras dari dalam negeri atau petani lokal mengalami penurunan dibanding tahun 2017, seiring dengan penurunan jumlah penerima bansos rastra. Namun sebaliknya, impor beras premium mengalami peningkatan," ujarnya.

Khuardi merinci lagi, hingga bulan Mei 2018 akan disalurkan sebanyak 10.000 ton bansos rastra untuk 240.000 KK penerima manfaat. Sementara serapan bansos rastra di wilayah karawang sudah mencapai 100 persen. Sementara di Kabupaten Bekasi tinggal 30 persen yang belum terserap.

Untuk memperkuat sistem distribusi beras, Khuardi menambahkan, Bulog Divre Karawang bermitra dengan 36 pihak Mitra Kerja Pengadaan (MKP). Lebih lanjut ia menjelaskan, Bulog Divre Karawang selama Mei 2018 mencatat surplus beras hingga 30.000 ton yang siap dialokasikan ke sejumlah daerah minus di Indonesia.

Baca Lainnya : Kemendag Sudah Keluarkan Izin, Bulog Belum Mau Impor Beras, Kenapa?

"Surplus kami hitung berdasarkan kelebihan stok yang ada dikurangi pengeluaran untuk bansos, cadangan beras pemerintah (CBP), penjualan komersial untuk kemudian disebar ke wilayah nasional ataupun regional Jawa Barat," tegasnya.

Dalam program "movement" beras Bulog atau mengalihkan surplus beras nasional, Bulog Karawang akan mengalokasikan beras sebanyak 7.500 ton untuk nasional dan untuk kebutuhan regional sebanyak 15.500 ton. [RN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Mentan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Smartfarming

Peristiwa   14 Juni 2021 - 10:12 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: