Lebih Baik Mana, Berbuka dengan Air Dingin atau Panas?

Life
Ayu Setyowati
04 Juni 2018   19:30 WIB

Komentar
Lebih Baik Mana, Berbuka dengan Air Dingin atau Panas?

Minum air hangat dapat meningkatkan sirkulasi darah serta melindungi organ-organ internal dari kerusakan. (Foto : Pinterest)

Trubus.id -- Buka puasa menjadi waktu yang ditunggu saat bulan Ramadan. Beberapa orang memilih air dingin sebagai minuman buka puasa, sementara yang lainnya mungkin memilih air hangat. Setelah hampir 13 jam berpuasa, menahan lapar dan haus, air dingin menjadi minuman buka puasa yang menyegarkan. Tapi sebaiknya, buka puasa dengan air dingin atau air hangat, sih?

Godaan Air Dingin

Siapa yang tidak tergoda dengan segarnya air dingin menjelang berbuka puasa. Itulah kenapa, ada banyak yang memilih berbuka puasa dengan minuman dingin. Namun, minuman dingin saat buka puasa itu tidak baik loh. Menurut praktisi gizi klinis dan olahraga, Rita Ramayulis, berbuka dengan minuman yang terlalu dingin akan membuat lambung bekerja lambat karena harus menyesuaikan dengan suhu tubuh.

Selain itu, perut telah lama tidak diisi makanan ataupun minuman selama hampir 13 jam, otomatis lambung akan mengalami kontraksi atau kaget ketika langsung menerima air dingin. Perut juga akan terasa kembung jika berbuka puasa langsung dengan minuman dingin. Sebaiknya, pilih minuman buka puasa yang tak terlalu dingin dan tidak perlu pakai es batu. Jika terlalu dingin, suhu air yang diminum akan terlalu lama menyesuaikannya dengan suhu tubuh.

Baca Lainnya : Puasa Bisa Bantu Regenerasi Sel Usus

Sebaiknya Hangat

Menurut Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat, dr. Nursyam M.Kes., untuk buka puasa, lebih baik memilih minuman yang manis dan hangat supaya tidak membuat kaget lambung yang kosong setelah seharian penuh.

Kamu juga bisa berbuka puasa dengan mendahulukan minum air putih yang tidak dingin atau air dengan suhu ruang. Setelah itu, sekitar lima sampai sepuluh menit, barulah mengonsumsi minuman atau yang camilan manis, seperti kurma atau kolak.

Minuman manis seperti teh manis hangat dianjurkan sebagai minuman buka puasa karena dapat menormalkan kembali gula darah setelah berpuasa. Namun hati-hati, minuman manis juga tidak boleh berlebihan, harus sesuai dengan porsinya. Satu gelas teh manis saja sudah cukup membantu menaikkan gula darah dan membuat tubuh kembali berenergi.

Baca Lainnya : 5 Cara Mencegah Radang Tenggorokan Saat Puasa

Selain memilih minuman buka puasa yang manis dan hangat, kamu juga bisa makan buah-buahan yang manisnya alami. Buah memiliki kandungan air yang tinggi, bisa menaikkan kadar gula darah yang turun selama puasa.

Manfaat Minum Air Hangat

Secara umum, minum air hangat dapat meningkatkan sirkulasi darah serta melindungi organ-organ internal dari kerusakan. Namun, minum air hangat saat perut kosong atau untuk berbuka puasa juga memiliki manfaat tersendiri.

Ya, minum air hangat saat berbuka akan lebih cepat mengembalikan suhu tubuh, sehingga lambung akan dapat menyesuaikan dengan baik setelah lama tidak makan dan minum. Selain itu, air hangat dapat mengaktifkan sistem pencernaan yang tentunya dapat membantu menghindari gangguan pencernaan. Meminum air hangat juga dapat merangsang aliran darah menuju usus dan dapat mencegah sembelit saat puasa, loh. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Dosen IPB University Berbagi Tips Merawat Ikan Hias

Life   12 Jan 2021 - 10:50 WIB
Bagikan:          
Bagikan: